Narasi Mengharukan

Narasi Mengharukan - Pagi-pagi, si Bibin sudah marah-marah & teriak-teriak. Itulah, tingkah laku si Bibin sejak masihlah mungil. Beliau anak orang tajir yg amat sangat arogan & sombong.
Narasi Mengharukan
Kembali ke masalah pagi itu. Nyatanya buat ke sekian kalinya dalam pekan ini, si Bolu kucing tipe Persia kesayangannya muntah-muntah. Selidik punyai selidik, lagi-lagi si Inem, pembantunya salah berikan makan. Makanan yg harusnya utk si Blacky di kasih ke si Bolu. Akibatnya, Bolu pula muntah-muntah.
Bersama lagaknya yg sombong, si Bibin membentak Inem, “Pembokat bodoh. Tak punyai otak. Eh loe tau enggak pendapatan loe berbulan-bulan tidak mampu untuk beli nih kucing. Sadar diri dong. Basic kampungan, orang udik …!”
Lantas, di puncak kemarahannya, si Bibin pula sambil memegang Bolu di tangannya, dirinya tetap pernah menyepak badan Inem, pembantunya. Si Inem, dgn kesakitan merintih, “Ampun.. maaf.. ampun.., nyonya mungil!”
Betul-betul pemandangan yg mengenaskan. Tul tidak? Bibin lebih sayang binatang daripada manusia. […]

Original post by Abdi Maulana and software by Elliott Back